Pages

Minggu, 16 Desember 2012

Kisah Masuk Islam-nya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Quran


Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.

Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka.Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini.Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.

Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan.Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim,

"Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur'an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur'an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!"

Dokter Muslim itupun menjawab,

"Ya, Al-Qur'an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu.Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar."

Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut!!!! Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, "Bagaimana kamu tahu?"

Dokter Muslim menjawab

"Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan."

Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qur'an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,

Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan. (QS. An-Nisa:11)

Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam.



Tidak Harus Menang Sebab Rezeki Tidak Akan Lari Kemana

Kadang ada orang yang berpikiran tidak harus menang.Ada banyak alasan mengapa mereka berpikir tidak harus menang.

Ini tipikal orang yang bergantung pada takdir. Padahal kita semua paham, dari surat Ar Ra’d 11, bahwa Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, jika kaum tersebut tidak mengubah dirinya sendiri. Memang, semuanya ditakdirkan oleh Allah, tapi Allah menyuruh kita berusaha.

Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS Ar Ra’d:11)

Jika di pasar ada banyak penjual, kenapa tiap kios mendapatkan penjualan yg berbeda?Ada banyak faktor sebenarnya, jangan dulu mengatakan nasib.Selalu ada perbedaan diantara kios.Yang jelas berbeda adalah posisi dan orang yang ada di kios tersebut.Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat penjualan. Pelajari, dan tingkatkan! Bukan menyalahkan nasib.

Jika kios orang lain lebih laris, artinya ada sesatu yg lebih pada kios tersebut. Jika anda ingin mendapatkan penjualan lebih baik, maka Andalah yg harus lebih, artinya Anda harus menang.

Begitu dalam pekerjaan, perusahaan akan memilih karyawan yang lebih baik untuk posisi yang lebih tinggi. Mereka tidak memilih dengan melempar koin atau dikocok seperti arisan.Perusahaan memilih pejabat yang paling baik diantara karyawan yang ada.

Kesalahan menempatkan karyawan bisa menjadikan perusahaan rugi, artinya perusahaan tidak sembarangan memilih karyawan. Anda bisa saja beralasan kenapa orang lain yang dipilih. Mungkin anda merasa lebih baik dibandingkan orang itu.Mungkin, mungkin saja, tapi banyak aspek yang dinilai.Artinya, meski pada satu aspek anda menang, tetapi secara total Anda kalah.

Artinya, jika anda ingin mendapatkan karir yang lebih, anda harus menang.
Mengalahkan Itu Menyakiti.

Ya memang, jika seseorang kalah, dia akan merasa sakit. Mungkin pernah anda alami.Namun sakit itu bukan disebabkan oleh orang yang mengalahkan dia, tetapi karena kekalahan itu sendiri saja. Artinya mengalahkan dengan cara baik, tidak berarti menyakiti.

Seorang berjiwa besar tidak akan sakit karena kalah. Dia aka menerima kekalahan dengan lapang dada. Jadi anda tidak perlu merasa takut mengalahkan orang lain, selama dengan cara yang adil. Saat seseorang sakit hati karena kalah dari anda, itu karena kesalahan mereka memiliki jiwa yang kerdil.
Menang Itu Serakah.

Banyak orang yang takut menang karena takutdisebut serakah.Sebenarnya tidak ada hubungan serakah dengan kemenangan.Serakah ya serakah, tidak peduli menang atau kalah.Ini akhlaq yang buruk.Jika anda memiliki akhlaq yang baik, selama anda mengambil hak anda, itu bukan serakah.

Saat Anda menang dan Anda mengambil hak Anda, itu bukan serakah.Serakah adalah saat Anda mengambil sesuatu yang bukan hak Anda.Selama Anda mengambil hak Anda karena kemenangan Anda yang adil, tidak ada yang namanya serakah.
Jika Menang Saya Takut Sombong

Tahukah Anda ada orang miskin yang sombong?Bahkan ada pula orang kalah yang sombong, yaitu saat dia mengatakan bahwa dia lebih baik atau menganggap rendah orang lain, maka dia adalah orang yang sombong.Meski dia kalah. Mungkin perkataan berikut tidak asing di telinga Anda:

“Dia menang karena beruntung saja, padahal dibandingkan saya, dia tidak ada apa-apanya.”

Perkataan diatas disebutkan oleh orang yang kalah. Semantara perkataan diatas menandakan kalau dia berlaku sombong terhadap orang lain. Artinya sombong bukan hanya milik orang menang, orang kalah pun bisa sombong.

Sombong tidaknya seseorang ditentukan sejauh mana akhlq yang dia miliki. Jika dia membina akhlaqnya dilandasi aqidah yang benar, maka dia tidak akan pernah sombong meski dia terus menang.

Khalid ibn al-Walid (584 – 642), atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai Saifullah Al-Maslul (pedang Allah yang terhunus). Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya.

Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, Khalid diberhentikan tugasnya dari medan perang dan diberi tugas untuk menjadi duta besar. Hal ini dilakukan oleh Umar agar Khalid tidak terlalu didewakan oleh kaum Muslimin pada masa itu.Beliau tidak marah, santai saja, dan menerima pemberentian itu.Bahkan jika saja harus menjadi prajurit, beliau siap.Selalu menang, bukan berarti harus sombong.
Anda Harus Menang Untuk Mendapatkan Yang Terbaik

Ok, sekarang kita sudah memahami mitos-mitos tentang harus menang dan sudah kita patahkan mitos tersebut. Nah sekarang pada pertanyaan utama, kenapa harus menang?

Jawabannya adalah dengan menang Anda akan mendapatkan yang terbaik. Tentu saja jika tujuan kemanangan Anda untuk yang terbaik.Sederhana.

Anda akan mendapatkan keuntungan yang besar jika Anda memproduksi produk yang terbaik pada kelasnya atau memberikan jasa yang terbaik. Tentu saja harus didukung dengan pemasaran dan manajemen yang terbaik pula.Jika bisnis Anda ingin sukses, Anda harus menang dalam produk, jasa, manajemen, dan pemasaran.

Begitu juga, jika Anda ingin mendapatkan karir yang lebih baik, maka Anda harus menang dalam persaingan kerja. Perusahaan akan memilih karyawan terbaik untuk ditempatkan di posisi yang terbaik pula. Mental juara akan sengat berkaitan dengan motivasi karyawan.

Beasiswa dan perguruan tinggi favorit pun hanya menerima siswa yang menang, artinya yang terbaik nilainya diantara semua pelamar.
Intinya Anda harus membangun mental juara atau mental pemenang.Sebab, jika Anda ingin mendapatkan yang terbaik, Anda harus menang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar